Ngobrol dengan Mustofa, Ini Soal Sukses Para Pembalap Tulungagung

2555 views
  •  
  •  
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
otorace

ROAD RACE. Inila Road Race Tulungagung yang bisa dijadikan percontohan untuk penyelenggaraan balap, dengan sirkuit yang cukup memadai termasuk lebar lintasan. (foto: nja/otorace)

OTORACE – Blitar, kesuksesan dunia balap sebuah kawasan, tak bisa dilepaskan dari berbagai pembinaan yang dilakukan orang-orang yang berkometen di kawasan tersebut, salah satunya para pembalap Tulungagung. Seperti apa?

otorace

SUKSES. Mustofa bersama pembalap muda Galang Jamakas (12), akan terus mendukung peningkatan prestasi pembalap Tulungagung. (foto: joss/otorace)

Di sela-sela road race Wlingi, Blitar pekan lalu, Minggu (10/1/2016), otorace sempat ngobrol dengan salah satu tokoh otomotif kota “Lembu Peteng” Tulungagung, Jawa Timur. Mustofa namanya, yang saat ini juga membina salah satu team balap, Tulungagung Racing Team.

Menurut Mustofa, tentu tidak bisa dipungkiri, banyak pembalap yang sudah berkaliber nasional lahir dari Tulungagung. Sebut di antaranya, Faisal Sidoel, Sulung Giwa, Fatah Gazslor, Rangga Ade, dan Ipunk Kancil. Sedangkan untuk bibit-bibit muda ada Rengga Ade dan Galang Jamakas.

“Letak keberhasilan para pembalap Tulungagung tak bisa dilepaskan dari pembinaan para senior otomotif di Tulungagung. Termasuk para pemangku kebijakan, yang kebetulan juga bupati Tulungagung juga sangat suka dengan dunia otomatif khususnya dunia balap,” terang Mustofa.

Bahkan, untuk itu, dirinya bersama yang berkompeten di Tulungagung merencanakan membuat sirkuit khusus untuk balap di sekitar GOR Tulungagung, dengan panjang lintasan mencapai 1120 meter.

Namun demikian, di balik kesuksesan para pembalap Tulungagung, tak disangkal oleh Mustofa, jika akhirnya banyak para pembalap yang memilih untuk bergabung dengan tim balap besar yang ada di luar Tulungagung.

“Itu bisa dimaklumi karena di Tulungagung sendiri belum ada tim besar yang berani merekrut secara serius, termasuk memenuhi sarana maupun pendapatan kepada para pembalap lokal yang berpotensi,” kilah pria yang sudah berkecimpung di dunia balap selama hampir 15 tahun ini.

Sedikit kritik dari Mustofa seputar pelaksanaan balap di kawasan Jawa Timur, menurut Mustofa, masih ada beberapa ajang balap di Jatim yang digelar terkesan asal-asalan.

“Untuk yang ini, pelaksanaan gelaran balap tentu harus terus ditingkatkan termasul soal pelaksanaan di lapangan harus ditingkatkan. Di Tulungagung, kita berusaha terus untuk itu, salah satunya untuk fasiltas keamanan di sirkuit. Seperti penggunaan kamera pengawas di setiap sudut lintasan yang sudah kita terapkan di balap Tulungagung tahun lalu,” kata Mustofa.

Kini, untuk terus mendukung keinginananya turut memajukan dunia balap Tulungagung, Mustofa yang juga anggota IMI Jatim ini terus membina para pembalap muda, seperti Galang Jamakas yang masih berusia 12 tahun, untuk mampu mencetak prestasi di berbagai ajang balap road race tanah air. Semoga sukses!! (nja/otorace)

1,996 total views, 4 views today

Galang Jamakas Otorace Pembalap Tulungagung Road Race

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA