MotoGP 2016: Tidak Ada Strategi Adaptif pada ECU Tunggal

1862 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
ECU TUNGGAL. Ecu yang terpasang pada motor tim Ducati Desmosedici , kini tak lagi butuh strategi adaptif, menyusul keputusan regulasi penggunaan ECU tuggal dari Dorna. (foto: crash/otorace)

ECU TUNGGAL. Ecu yang terpasang pada motor tim Ducati Desmosedici , kini tak lagi butuh strategi adaptif, menyusul keputusan regulasi penggunaan ECU tunggal dari Dorna. (foto: crash/otorace)

OTORACE – MotoGP, Regulasi baru yang mewajibkan penggunaan ECU tunggal pada MotoGP 2016, membuat banyak pabrikan sering melakukan test. Masalah utama pada penggunaan ECU tunggal adalah motor tidak akan terus menerus beradaptasi pada kontrol traksi dan konsumsi bahan bakar selama perlombaan.

Corrado Cecchinelli. Direktur Teknologi MotoGP. (foto: motogp/otorace)

Corrado Cecchinelli. Direktur Teknologi MotoGP. (foto: motogp/otorace)

Mungkin yang bisa dijadikan contoh dari kecanggihan teknologi yang dipasang di motor adalah ketika Andrea Iannone yang sengaja dimasukkan oleh Ducati dengan sistem pengaturan basah, termasuk kontrol traksi, kontrol wheelie dan torsi pada seri MotoGP Jerez Spanyol 2014, yang ternyata menjadi balapan kering.

Saat pembalap Italia turun balapan dengan pengaturan basah, tapi ‘setelah tiga atau empat lap’ ECU yang cukup cerdas mampu beradaptasi dengan kondisi trek yang nyata. Iannone akhirnya mampu menemukan kecepatannya dan melesat dari urutan kesebelas ke urutan keenam.

Adaptasi kemandirian ini tidak memungkinkan pada penggunaan ECU tunggal. Sebaliknya perlu opsi program yang akan dimasukkan ke dalam ECU sebelum lomba. Dalam kasus kontrol traksi, perubahan hanya dapat dilakukan oleh pengendara, dengan menekan tombol pada stang.

“Setiap software Pabrikan mempunyai beberapa cara, hingga mempunyai batas tertentu yang tidak semua orang tahu, dimana software tersebut merupakan strategi adaptif untuk degradasi ban dan konsumsi bahan bakar,” papar Corrado Cecchinelli Direktur Teknologi MotoGP.

Ditambahkan Cecchinelli, dua strategi adaptif utama, pertama adalah mengendalikan konsumsi bahan bakar, yang merupakan masalah tahun lalu, namun kabar yang berkembang tahun ini akan menggunakan 22 liter bahan bakar. kedua adalah melakukan strategi kontrol traksi saat balapan berlangsung dan saat cengkeraman ban berkurang.

“Untuk kontrol traksi saat ini adalah strategi yang sangat dasar yang memberikan pengendara kesempatan untuk memilih peta yang berbeda. Ini bukan strategi adaptif, karena yang dimaksud dengan strategi adaptif adalah bahwa software ini mampu mendeteksi penurunan kinerja di ban, misalnya di tempat yang sama, ban berputar lebih cepat dari sebelumnya, sehingga mampu menyesuaikan diri,” paparnya.

Selain itu, katanya, akan ada juga strategi adaptasi injeksi bahan bakar untuk konsumsinya. Akan ada semacam counter yang akan memberikan informasi tentang konsumsi bahan bakar sehingga pembalap bisa melakukan open loop, tune injection (sebelum perlombaan).

Namun ECU tunggal masih bisa diatur untuk penyesuaian dari sudut ke sudut pada satu lap.

“Kami memiliki software untuk pengaturan yang berbeda dan tergantung pada posisi sepeda di trek lebih dari satu putaran, tetapi pembalap tidak bisa menyesuaikannya saat perlombaan berlangsung,” jelas Cecchinelli.

Salah satu contoh yang jelas adalah jika gesekan permukaan trek tidak sama, maka software akan melakukan sesuatu yang berbeda di salah satu sudut dibanding sudut lain karena koefisien gesekan yang berbeda.

Tapi ini bukan adaptasi diri. Ini adalah pre-set pada perangkat lunaknya. Sebagian besar permintaan pengembangan software ini datang dari Yamaha-Honda-Ducati, agar mengubah dari Open ECU ke versi terpadu wajib, setelah penambahan fungsi ‘failsafe.

Software ini masih terus di-update sebelum musim baru dimulai di Qatar pada 20 Maret. “Sejumlah rilis telah dikeluarkan dan dikirim ke produsen dan proses ini akan terus selamanya karena kita tidak akan pernah sampai ke titik di mana kita akan mengatakan pengembangan selesai,” imbuh Cecchinelli.

Pengembangan ECU baru akan terus berlanjut selama tiga tes pra-musim resmi, di Phillip Island Australia minggu depan. (satriyo/otorace)

2,063 total views, 2 views today

Corrado Cecchinelli ECU Tunggal MotoGP MotoGP MotoGP 2016

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA