Angin Hambatan Terbesar Race Shell Advance Asia Talent Qatar

820 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Shell Advance Asia Talent.  Gerry Salim saat melewati dua pembalap di depannya dan meraih juara satu di race 1. (foto: asiatalent/otorace)

Shell Advance Asia Talent. Gerry Salim saat melewati dua pembalap di depannya dan meraih juara satu di race 1. (foto: asiatalent/otorace)

OTORACE – Qatar, Saat race pertama, awal balapan berlangsung lancar, ada 21 pengendara yang menyelesaikan Kualifikasi berbaris di grid. Satu-satunya masalah yang dihadapi para pembalap adalah angin, yang berhembus berkecepatan sekitar 23km / jam. Angin diketahui menyebabkan masalah kecil pada motor Moto3, yang digunakan para pembalap. Semua motor di Shell Advance Piala Asia Talent memiliki kemampuan mekanis yang sama (identik), dan semua pengendara juga dihadapkan dengan rintangan yang sama untuk diatasi.

Lap pertama terlihat Somkiat Chantra muncul sebagai pemimpin dengan Ogura, Izdihar, Salim dan Masaki di belakangnya dalam kelompok yang cukup besar. Namun pada lap 12 Somkiat Chantra memiliki berhasil dijatuhkan posisinya dan terpuruk ke tempat ketiga.

Lap demi lap kelompok pengendara harus berjuang, beberapa mencoba untuk melepaskan diri tapi tak berhasil dan kembali turun ke dalam kelompok, slipstream menarik mereka semua bersama-sama. Perlombaan perlahan membentang ke dalam dua kelompok yang makin jelas.

Laju balapan pun terus meningkat dan Ogura, Masaki, Yamanaka, Chantra dan Izdihar tampaknya satu-satunya kandidat untuk kemenangan saat lap semakin berkurang.

Perlahan Gerry Salim mampu membawa dirinya kembali ke dalam kontak dengan kelompok dan akhirnya mampu meluncur di posisi kedua tepat di belakang Ogura. Tikungan terakhir adalah yang paliing menarik, karena seperti biasa semua pembalap memburu kemenangan dengan sejadi-jadinya. Qatar pun memproduksi balapan yang diselesaikan dengan persiangan ketat dan taktis.

Gerry Salim terbukti menjadi pembalap paling cerdas dengan raihan waktu 31 menit 27.084 detik. Bermain situasi kritis dengan kesempurnaan menjadi juara setelah melintasi garis di pertama di depan Ogura (31’27.092) dan Masaki (31’27.102) di posisi ketiga.

Total 20 pembalap yang menyelesaikan lomba, Tom Edwards menderita kecelakaan di awal balapan dengan tanpa konsekuensi. Lap tercepat balapan diraih Ryusei Yamanaka (2’13.446 di lap 2, dengan rata-rata kecepatan speed 146,6 Km/jam).

Alberto Puig, Direktur Shell Advance Asia Talent Cup mengaku puas dengan hasil balapan di Losail. “Yah, seperti di Thailand kelompok pertama adalah langkah di depan yang tersisa. Kondisi yang tidak begitu mudah karena dalam kondisi berangin dan dengan mesin ini banyak mempengaruhi, terutama pada saat lurus. Jadi waktu hasil lap tidak sebaik seperti yang kita inginkan, tapi mari kita lihat apakah besok tidak begitu berangin. Kami melihat pertempuran besar dan adil sehingga pengendara melakukan balapan yang baik,” papar Puig. (asia talent/nja)

7,623 total views, 2 views today

Gerry Salim Shell Advance Piala Asia Talent Qatar

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA