Rio Haryanto, Dari Go Kart Hingga Formula 1

1447 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
otorace

Jalan Berliku. Rio Haryanto, harus melalui perjalanan yang panjang hingga menjadi driver pertama Formula 1 dari Indonesia. (foto : ist/otorace)

OTORACE – Formula 1, Indonesia saat ini boleh berbangga dengan masuknya Rio Haryanto diajang balapan formula satu yang merupakan bapalan paling bergensi di dunia. Di ajang Formula 1, nama Rio Haryanto masuk pada jajaran pembalap rookie (pemula), sama seperti rekan satu timnya pascal. Rio Haryanto memulai karier F1 musim ini, sebagai pembalap kedua Manor Racing Team.

Rio Haryanto, yang berusia 23 tahun mempunyai segudang pengalaman balap, tetapi sebagian besar tidak mengetahuinya bagi mereka yang tidak memperhatikan seri GP2 selama beberapa tahun terakhir.

Dimana akhirnya Rio Haryanto berhasil kontrak bersama Pascal Wehrlein di Manor, di sini semua yang anda perlu tahu tentang Rio Haryanto.

Lahir tahun 1993 dari pasangan Indah Pennywati dan Sinyo Haryanto, Rio Haryanto memulai karir balapnya di go karts pada tahun 1999. Darah balap yang mengalir dari ayahnya, yang mencintai segala sesuatu pada kendaran roda empat, Rio Haryanto saat mempunyai idonal Michael Schumacher, juga Mika Hakkinen yang menghabiskan sebagian besar waktunya berjuang untuk McLaren.

Awal terbukanya jenjang yang lebih serius pada dunia balap saat tahun 2008, yang menhadapi tiga seri berbeda di benua Asia, diantaranya adalah Formula Asia 2.0, Asian Formula Renault Challenge dan Formula BMW Pacific.

Saat itu Rio cukup kompetitif, dan mampu penempatan posisi tertinggi di Formula Asia, finish P3 secara keseluruhan dengan kemenangan saat di Cina. Secara teknis, Rio Haryanto memenangkan dua balapan, termasuk menang di babak sebelumnya di Shanghai, tapi ini tidak dihitung dalam penghitungan tahun karena penyelenggara acara adat.

Selanjutnya Formula BMW Pacific di tahun 2009, Rio bergabung dengan Tim Meritus, dan mampu mengambil kemenangan sebelas dari lima belas race. Rio memenangkan kejuaraan langsung, mengalahkan pembalap Irlandia, Gary Thompson, dan meraih 70 poin secara keseluruhan.

Tahun 2010 merupakan tahun untuk langkah yang lebih tinggi, yaitu masuk seri GP3, dan pindah ke balap Eropa. Rio Haryanto mendaftar ke skuad Manor Racing, dan ini merupakan hubungannya dengan tim dimulai, dimana Rio Haryanto mampu menyelesaikan pada posisi 5 secara keseluruhan dan mengklaim kemenangan pertama di Istanbul Park. kejuaraan dimenangkan oleh Esteban Gutierrez, dengan sesama lulusan Formula 1 Alexander Rossi & Roberto Merhi berada di posisi 4 dan 6.

Rio Haryanto terlihat cukup kuat dan agresif untuk musim pertama di GP3, dan membuat Manor naik di posisi tertinggi pada tahun 2010, Rio juga memenangkan tes di mobil F1. Ini datang dalam bentuk “Young Driver Test ” di Abu Dhabi yang didukung tim Virgin Manor, dan inilah penampilan pertama Rio Haryanto di mobil F1. Karena masalah teknis membuat Rio Haryanto berada diposisi paling bawah dan hanya menyelesaikan 21 lap.

Tahun 2011 Rio Haryanto melanjutkan dengan Manor, sekarang seperti Marussia, di GP3. Dia mengambil dua kemenangan lebih dari dua putaran di Nurburgring & Hungaroring, tetapi hanya mampu berada di posisi 7 secara keseluruhan sementara rekan setimnya Adrian Quaife Hobbs mengambil mampu berada di posisi 5.

Berarti Quaife Hobbs berhak mendapat tes F1 di akhir 2011, dan Rio Haryanto tidak mendapatkan kesempatan untuk mendorong mobil F1 Marussia MVR-02. Tapi itu bukan berita buruk, seperti yang dilakukan saat memasuki babak final GP2, yang berlangsung di Abu Dhabi.

Tahun 2012 adalah menjadi tahun pertama bagi pembalap Indonesia di GP2, serangkaian musim dimana Rio telah akan mengenal dengan baik. Tahun pertama ada pada driver Carlin, yang didukung oleh skuad Manor. Rekan setimnya 2013 & 2014 Formula 1 Marussia pembalap Max Chilton. Pasangan ini juga mengambil bagian dalam tes F1, kali ini di sirkuit Silverstone, di mana kedua mencapai jarak tempuh yang diperlukan untuk memenuhi syarat untuk menapatkan superlicence F1.

Beralih ke tim Barwa Addax yang sekarang di bawah Formula E CEO Alejandro Agag untuk 2013, Haryanto meraih podium GP2 pertamanya di Silverstone, tetapi hanya bisa menempati posisi 19 secara keseluruhan.

Rio Haryanto hanya mencetak 22 poin yang terpaut lebih 22 poin dari rekan satu timnya Jake Rosenzweig, tetapi tim memilih untuk meninggalkan seri pada akhir tahun untuk berkonsentrasi pada Formula E. Ini berarti bahwa Haryanto bergabung dengan tim ketiga pada tahun 2014, saat itu Rio bergabung EQ8 Caterham bergantian dengan Alexander Rossi, Tom Dillmann & Pierre Gasly. Posisi ke 3 pada adu sprint adalah catatan terbaik yang bisa diraih Rio, dalam perjalanan menempati posisi 15.

Setelah memiliki tiga tahun biasa-biasa saja, maka di GP2 2015 semakin terlihat karakter Rio Haryanto saat ia bergabung dengan tim lain yaitu Campos Racing. Rio Haryanto mampu memenangkan balapan di Bahrain, Inggris & Austria bersama dengan dua podium dan beberapa poin hingga mengangkatnya ke posisi 4, finishing di belakang Juara Stoffel Vandoorne, pembalap Manor F1 Alexander Rossi, dan posisi 3 ditempatkan Sergey Sirotkin.

Dengan beberapa momentum yang terus menanjak, kini namanya mulai dikaitkan dengan kursi kosong di tim F1 Manor dengan tidak dikonfirmasikannya Will Stevens atau Roberto Merhi pada akhir 2015. Saat mengambil tes ban di Abu Dhabi bersama King Jordan, Rio Haryanto menjadi calon yang layak untuk driver F1, dan janji keuangan dari pemerintah Indonesia ke Manor untuk membayar promosi ke F1.

Pada bulan Februari 2016, langkah itu dikonfirmasi. Tak lama setelah penandatanganan Pascal Wehrlein, Haryanto dikukuhkan sebagai driver terakhir yang bergabung pembalap F1 untuk seri 2016 bersama Manor, dan Rio Haryanto menjadi orang Indonesia pertama yang bergabung untuk balapan Formula 1.

Dengan dukungan Pertamina, perusahaan BUMN Indonesia, Rio Haryanto melakukan debut resmi sebagai pembalap F1 di tes Barcelona pra-musim pada akhir Februari dan awal maret kemarin. Haryanto menjadi driver Grand Prix pertama Indonesia yang bakal melakoni debut pertamanya di Melbourne untuk Grand Prix Australia pada 20 Maret 2016 mendatang. Selamat berjuang Rio Haryanto. (satriyo/otorace)

1,643 total views, 2 views today

Formula 1 Rio Haryanto

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA