Analisa Formula 1 Rusia, Butuh Kejelian untuk Lahap Sochi Autodrom

882 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
otorace

Sochi Autodrom. Sirkuit Sochi Autodrom memiliki banyak tikungan lambat dengan permukaan low grip, mobil mudah terlempar keluar lintasan. (foto: f1/otorace)

OTORACE – Formula 1, Dengan banyaknya tikungan lambat, hamparan luas aspal run-off dan permukaan low -grip, menjadi ciri khas Sochi Autodrom yang merupakan generasi trek modern F1 yang dirancang Hermann Tilke.

Home base Grand Prix Rusia dulu adalah sirkuit faux-street yang bisa dikatakan trek jalanan seperti yang pernah digunakan di Valencia. Tidak hanya kasar, sempit, dan berkelok-kelok tapi layout yang lebar membuat zona akselerasi yang bergantian dengan trek lambat menjadi tak terelakkan.

Ini adalah balapan pertama tahun ini di mana tim tidak memiliki akses ke penggunaan kompon ban super-soft dibanding penggunaan kompon musim lalu. Inilah alasan mengapa hampir semua tim hanya memilih satu set ban kompon medium sesuai aturan yang harus dimiliki, untuk antisipasi, tim Red Bull dan Haas berencana menumpuk puluhan set super-softs untuk tiap driver mereka.

Satu lap Sochi diawali dengan trek flat-out yang merupakan trek lurus dimana pembalap bisa mamacu mobilnya pada kecepatan tertinggi hingga sekitar 340 km/jam. Ada beberapa trek panjang yang langsung masuk ke zona pengereman pertama, sehingga setiap driver yang belum menguasai prosedur awal baru, tidak akan mendapat hukuman pada hari Minggu.

Ada dua kecenderungan dimana akan terlihat satu aksi dimana batasan pada daerah run-off merupakan tantangan bagi para pembalap di tahun lalu. Perubahan lanjutan telah dilakukan tahun ini, di pinggir jalan dan run -off untuk menjaga driver agar tetap dalam batas-batas track.

Sudut berikut adalah saat pembalap mempunyai kesempatan menyalip, tetapi hanya saat pengemudi membuka throttel lebih jauh seperti saat Kimi Raikkonen dengan Valtteri Bottas, yang berakibat kecelakaan pada tahun lalu.

“Ada banyak tikungan di mana Anda tidak boleh melakukan keterlambatan dalam pengereman saat ada kesempatan dan di sana Anda harus fokus untuk bisa keluar dengan tepat. Anda harus mempunyai sedikit gaya agar bagaimana bisa mendekati mengemudi yang di depan,” jelas Kevin Magnussen .

Belokan ke sepuluh mengarah ke bentangan terpanjang kedua keluar di jalur dan zona DRS kedua setelah “pit straight”. Pendekatan ini cukup rumit dimana driver harus menonaktifkan manual untuk memastikan mobil ketika mulai pengereman, selama mobil masih keluar tikungan 12, penambahan satu set ban hard kompon bisa mengakibatkan kecelakaan seperti yang dialami Carlos Sainz Jnr saat latihan terakhir tahun lalu. satriyo. @otoracecom

1,161 total views, 4 views today

Formula 1 Russia 2016

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA