Ini Kata Valentino Rossi Usai Dapat “Durian Runtuh”

1487 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Insiden Ducati. Mimpi buruk duo Ducati Team, yang harus merelakan podium dan poin hanya berjarak beberapa meter dari garis finis. (foto: crash/otorace)

Insiden Ducati. Mimpi buruk duo Ducati Team, yang harus merelakan podium dan poin hanya berjarak beberapa meter dari garis finis. (foto: crash/otorace)

OTORACE – MotoGP, GP Argentina membawa keberuntungan untuk Valentino Rossi, yang maraih posisi runner-up meski di akhir-akhir lap Rossi merasa motornya sudah tidak bisa lebih bersahabat di paruh kedua balapan.

Usai pit stop di sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (3/4), Rossi dengan motornya terlihat seperti kehilangan kekuatan hingga tiga pembalap di belakangnya bisa melewatinya dengan mudah di detik-detik akhir balapan. Namun laksana mendapat durian, tiga pembalap yang melewatinya itu pun “tumbang” satu persatu.

Mulai dari Maverick Vinales yang terpeleset di satu lap terakhir setelah melewati Rossi, disusul duo Ducati yang di tikungan terakhir saling bersenggolan hingga keduanya akhirnya juga terjatuh.

“Pada akhirnya sebenarnya agak memalukan karena di bagian pertama saya jauh lebih kuat dan lebih kompetitif, jadi saya pikir saya bisa melakukan pertarungan yang sangat baik untuk mencoba untuk menang,” buka Rossi.

Ditambahkannya lagi, bahwa agak memalukan juga karena selama akhir pekan dia dan timnya tidak pernah punya masalah dengan ban pada Yamaha, seperti halnya dialami motor lain (masalah ban Redding). Hingga akhirnya timnya perlu mengubah segalanya ketika kita tidak menderita, dan malah berakhir kurang bagus.

Soal insiden yang menimpa tiga pesaing terdekatnya kala itu, sepeti dilansir Crash.net, Rossi berpendapat bahwa kondisi kala itu juga sangat buruk.

“Dan saya tidak pernah bisa mengatur irama balap dan pada akhirnya (Maverick) Vinales tiba dan juga dua Ducati itu. Saat Iannone menyalip saya, saya menginjak rem sangat dalam dan kami berdua pergi lebar dan kemudian Dovizioso menyalip kami,” terang Rossi.

Pada saat, tambahnya, Rossi pikir podium sudah berakhir baginya karena Rossi merasa sudah tidak bisa melakukan apa-apa. “Jadi untuk situasi ini, 20 poin sangat penting untuk kejuaraan dan terutama saya sangat senang untuk tim saya dan untuk Yamaha,” bangganya.

Saat ini Rossi menduduki posisi kedua dalam klasemen kejuaraan setelah dua putaran pertama, berselisih delapan poin di belakang Marquez. [klasmen sementara MotoGP 2016]

joss. @otoracecom

3,050 total views, 0 views today

Insiden Ducati Argentina MotoGP 2016

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA