Yamaha F1Z-R Non Stroke AMRT Blitar Raih 8.320 Detik

1841 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
YAMAHA F1Z-R AMRT BLITAR. Kuda Besi non stroke (langkah standar) yang siap melawan bebek goreng stroke up hasil racikan Bagong yang ditunggangi Fandy Cuplis. (foto: arik/otorace)

YAMAHA F1Z-R AMRT BLITAR. Kuda Besi non stroke (langkah standar) yang siap melawan bebek goreng stroke up hasil racikan Bagong yang ditunggangi Fandy Cuplis. (foto: arik/otorace)

Blitar – OTORACE.COM, Tunggangan Fandy Cuplis Yamaha F1Z-R dari tim AMRT Blitar yang turun pada kelas Bebek 2T Standar 116cc patut diperhitungkan karena sering menggunguli lawannya meski berbekal motor non stroke. Berbagai gelar sering disabet oleh Fandy Cuplis, bahkan motor non strokehasil racikan Triantara alias Bagong mampu meraih best time 8.320 detik.

Motor milik klien dari Nganjuk yang dipercayakan kepada tim AMRT Blitar ini mengacu pada langkah standar pabrik yang mengandalkan piston ART Japan oversize 125 dengan diameter 53,25mm ini dipadu dengan stang piston Daytona.

KNALPOT. Hasil kolaborasi leher knalpot Suzuki A100, perut custom 55mm dan silencer original yang dipopok. (foto: arik/otorace)

KNALPOT. Hasil kolaborasi leher knalpot Suzuki A100, perut custom 55mm dan silencer original yang dipopok. (foto: arik/otorace)

SUSPENSI BELAKANG. Percayakan pada Ride It GP Series yang mampu membantu start joki menjadi lebih stabil tanpa sliding. (foto: arik/otorace)

SUSPENSI BELAKANG. Percayakan pada Ride It GP Series yang mampu membantu start joki menjadi lebih stabil tanpa sliding. (foto: arik/otorace)

Bagong mematok tinggi lubang buang 26mm sehingga menghasilkan kapasitas 115,7cc dan kompresi 12,7 : 1. Sementara leher knalpot mencomot milik Suzuki A100 yang digabungkan dengan perut knalpot custom berdiameter 55mm sedangkan silincernya dibikin total los.

Sistem pengkabutan masih mempertahankan karburator standar dengan sedikit merubah lubang skep menjadi 24mm dan diisi jeroan main jet 140 dan pilot jet 35. Untuk mendapatkan hasil tarikan yang responsive gigi rasio terdapat perubahan pada gigi 1 dipatok 13/36 dan gigi 2 16/28 dan dipungkasi dengan final gir berukuran 14-39.

“Hasil dari riset motor non stroke ini kami sesuaikan dengan karakter joki yang galak diputaran bawah dan bisa membantu melesat duluan setelah lampu start dinyalakan. Dan kami optimis meski motor kami memakai langkah standar masih bisa bersaing dengan motor stroke up,” yakin Bagong yang diamine oleh sang manager tim, Anggi Prasetya.

Pertahankan bawaan pabrik yang diisi main jet 140 dan pilot jet 35. (foto: arik/otorace)

KARBURATOR. Pertahankan bawaan pabrik yang diisi main jet 140 dan pilot jet 35. (foto: arik/otorace)

FINAL GIR. Dipatok ukuran 14-39 di cocokkan dengan gigi rasio I berukuran 13/36 dan gigi II 16/28. (foto: arik/otorace)

FINAL GIR. Dipatok ukuran 14-39 di cocokkan dengan gigi rasio I berukuran 13/36 dan gigi II 16/28. (foto: arik/otorace)

Bagong menambahkan, sistem pengapian masih memakai magnet standar pabrik sedangkan kopling house lebih nyaman memakai produk SYS per 6 dan laher as kruk progresif. “Untuk mendapatkan start yang maksimal tanpa sliding empat motor andalan tim AMRT Blitar mempercayakan sok belakangnya pada sok Ride It GP Series,” tutup Bagong.

 

Spek Tune-up :
Piston ART Japan Oversize 125 diameter 53,25mm, Stang piston Daytona, Tinggi lubang buang 26mm, Langkah STD 52, Kompresi 12.7 : 1, Kapasitas 115,7cc, Leher knalpot Suzuki A100, Diameter perut knalpot 55mm, Karbu STD skep dibuat 24mm, Main jet 140 dan Pilot jet 35, Rasio GIGI 1 13/36, Gigi 2 16/28, Final gir 14/39, Magnet STD, Kopling house SYS per 6, laher as kruk progresif, Sok blkng Ride It, Tim AMRT Blitar, Joki Fandy Cuplis, Mekanik Triantara (Bagong), Manager Anggi Prasetya, Jl. Raya Popoh Selopuro – Blitar.

17,801 total views, 10 views today

AMRT Blitar Dragbike Tips

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA