Balap Motor Jatim Terhimpit Lahan, Begini Curhatan IMI Jatim

210 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tergerus. Kian hari ajang balap motor di Jatim makin banyak yang kesulitan
mencari lahan lintasan untuk gelaran even.

Otorace.com, Selain untuk mencetak olah ragawan berprestasi dunia balap motor, tak dipungkiri jika even balap juga untuk menekan angka balap liar yang selalu menjadi isu krusial di kalangan remaja pemuja kecepatan motor. Namun cukup disayangkan saat lahan-lahan untuk balap motor resmi, kian hari kian berkurang, sementara sirkuit permanen yang memadai dan memenuhi syarat masih belum juga banyak dibangun. Simak curhatan Ketua IMI Jatim, saat ngobrol dengan otorace.com.

Selalu asyik ngobrol dengan Bambang Haribowo, Ketua IMI Pengurus Provinsi Jawa Timur. Kali ini, pria yang akrab disapa Bambang “Kapten” ini mengeluhkan tentang semakin sulitnya mencari lokasi yang representatif untuk menggelar ajang balap motor, demi mengakomodir bakat dan keinginan para remaja berolah raga balap.

Bambang Haribowo, Ketua IMI Pengurus Provinsi Jawa Timur.

Menurut Bambang, pihaknya sering menerima keluhan dari para club otomotif yang intens menyelenggarakan ajang balap motor karena makin sulitnya mencari sirkuit yang mumpuni dan memenuhi standar minimal lintasan balap.

“Nah, salah satu yang cukup representatif untu ajang balap, disebuah kota biasanya terletak di tengah kota seperti sekitar kawasan alun-alun. Namun belakangan, banyak kawasan itu baik Kabupaten maupun Kota setiap hari Minggu digunakan untuk ajang Car Free Day (CFD). Hal ini membuat penyelenggara even balap harus mencari lokasi balap baru, dimana kebanyakan, selain alun-alun kondisi lintsannya tidak representatif atau jauh dari standar yang diharapkan,” papar Bambang membuka keluhannya.

Padahal, lanjutnya, kebutuhan setiap even balap dalam satu musim balap (setahun), paling hanya butuh 2 atau maksimal 3 kali saja. Tentu hal itu harusnya tidak mengganggu pelaksanaan Car Free Day yang digelar setahun sekali.

Bambang pun berharap, karena even balap ini ajang Olah Raga untuk menyalurkan hobi dan mencetak prestasi, sekaligus untuk menekan angka balap liar di jalanan, tentu akan lebih bijak jika pemerintah daerah setempat bisa lebih membantu menyediakan tempat yang memadai untuk even balap.

“Dulu kan kalau alun-alun dianggap cukup memadai karena bentuk serta panjang lintasannya bisa memenuhi standar minimal, nah sekarang banyak alun-alun yang tidak boleh digunakan, atau kalau pun boleh kadang hanya cuma separonya saja. Dimana menurut saya itu tidak memenuhi standar,” ungkapnya.

Apalagi, imbuhnya, karena saking minimnya lokasi balap, beberapa penyelenggara menggelar balap di lintasan berbentuk “kapsul”, ini harusnya tidak boleh, karena tidak sesuai standar. “Kalau seperti ini terus, IMI Jatim juga akan kebingungan saat harus menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda), karena lokasi yang memadai makin minim,” tandasnya.

Sudah barang tentu, harapan agar lintasan ajang balap memenuhi standar minimal, bukan hanya menjadi asa para penyelenggara tapi juga para pembalap agar bisa maksimal dalam menyalurkan bakat, hobi dan mencetak prestasi..

1,754 total views, 0 views today

Balap Motor Bambang Haribowo

Related Post

Leave a reply

CAPTCHA